Postingan

Awal yang tak kukenal

Hari itu hari Rabu, orang Jawa melengkapinya dengan hari pasaran Pahing, sekitar pukul 23.00 hampir tengah malam bertanggal 4 bulan Juni tahun 1947, tangisku memecah di kesunyian malam, membuat ayahku semakin tergopoh-gopoh lari kesana kemari mencari dukun bayi yang akhirnya terlambat datang menolong ibuku dalam kondisi susah payah saat melahirkan aku secara mandiri. Suaraku terdengar serak karena terminum sebagian air ketuban yang keluar mendahuluiku. Dengan cekatan sang dukun yang telah berpengalaman segera merawat aku dan ibuku sehingga keduanya selamat tak kurang suatu apa, sehat, tenang, penuh rasa syukur. Malam berikutnya rumahku banyak tamu berdatangan dalam rangka Jagong Bayi, dilanjutkan acara main kartu oleh bapak-bapak sampai dini hari. Nama telah disiapkan ayahku, kalau anak pertama (perempuan) diberi nama Sri Wiji Rahayu (saat itu sudah almarhumah), anak kedua yang awalnya bernama Joko Kuasai (karena lahirnya berbarengan dengan kemenangan Jepang terhadap Belanda di tahun 1...